akmt melalui prodi d4 keperawatan anestesiologi dukung edukasi kegawatdaruratan bagi masyarakat

AKMT Melalui Prodi D4 Keperawatan Anestesiologi Dukung Edukasi Kegawatdaruratan Bagi Masyarakat

akmt.ac.id – Mahasiswa dan dosen Program Studi D4 Keperawatan Anestesiologi Akademi Kesehatan Muhammadiyah Temanggung (AKMT) mengikuti kegiatan Pengabdian Masyarakat Edukasi Basic Life Support (BLS) atau Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kawasan Borobudur, Magelang, pada Ahad (11/10).

 

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Daerah Ikatan Penata Anestesi Indonesia (DPD IPAI) Jawa Tengah bersama Ikatan Alumni Akademi Perawat Anestesi (IKLUM AKNES) Jakarta ini bertujuan memperingati Hari Kesaktian Pancasila, menyambut Hari Sumpah Pemuda, serta mempererat silaturahmi, solidaritas, dan profesionalisme Penata Anestesi.

 

Kegiatan ini melibatkan masyarakat umum, pengemudi ambulance, serta Penata Anestesi dari berbagai daerah. Sebanyak 200 Penata Anestesi berpartisipasi sebagai tenaga pengabdi dan mentor, didukung oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, serta komunitas relawan setempat.

akmt melalui prodi d4 keperawatan anestesiologi dukung edukasi kegawatdaruratan bagi masyarakat (2)

akmt melalui prodi d4 keperawatan anestesiologi dukung edukasi kegawatdaruratan bagi masyarakat (1)

Rangkaian kegiatan meliputi edukasi BHD kepada masyarakat menggunakan 30 manekin dengan pendampingan mentor Penata Anestesi, serta pemeriksaan kesehatan gratis yang didukung empat unit basic monitor. Pengemudi ambulance juga mendapatkan edukasi keterampilan dasar pertolongan kegawatdaruratan untuk meningkatkan kesiapan dalam memberikan bantuan di jalan raya.

 

Sekretaris Prodi D4 Keperawatan Anestesiologi AKMT, Dorysday Sihombing, Amd.Kep., S.K.M., M.Kes., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk memperluas peran profesi Penata Anestesi di tengah masyarakat.

 

“Melalui kegiatan ini, kami berharap silaturahmi antar profesi anestesi semakin erat dan kompetensi yang dimiliki Penata Anestesi tidak hanya bermanfaat di dalam kamar operasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat, terutama dalam memberikan pertolongan awal pada kondisi kegawatdaruratan jalan napas. Kegiatan kolaboratif seperti ini perlu dilanjutkan secara berkelanjutan demi keselamatan masyarakat,” ungkapnya.

 

Keikutsertaan mahasiswa dan dosen D4 Keperawatan Anestesiologi AKMT dalam kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran sekaligus bentuk kontribusi nyata dalam pengabdian kepada masyarakat. Melalui edukasi BHD dan pemeriksaan kesehatan, diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat serta memperkuat kolaborasi lintas profesi demi keselamatan bersama.(Ara)