akmt.ac.id – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Bisyron Muhtar Akademi Kesehatan Muhammadiyah Temanggung (AKMT) secara resmi membuka kegiatan Darul Arqam Dasar (DAD) pada Jumat (21/11), yang diselenggarakan di Gedung Dakwah Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kowangan, Temanggung.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh Muhammadiyah Kabupaten Temanggung dan jajaran pimpinan kampus, diantaranya Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Temanggung, Ust. Drs. Makmun Pitoyo, M.Pd., Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Temanggung, Dra. Eni Zuhriyah, M.Si., Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) dari PDM dan PDA, serta Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah Kabupaten Temanggung.
Selain itu, turut hadir Badan Pembina Harian (BPH) AKMT beserta jajarannya, Ketua Senat AKMT, Subinarto, S.Kom., M.Kom., Direktur, dr. Galih Herlambang, Sp.A. beserta jajarannya, Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Magelang, Tim Task Force IMM Bisyron Muhtar, instruktur, para dosen, staff, dan seluruh peserta DAD.
Apresiasi PC IMM Magelang terhadap Perkaderan IMM di AKMT
Dalam sambutannya, Ketua Umum PC IMM Magelang, IMMawan Ulil albab menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya DAD sebagai bukti nyata keseriusan IMM Bisyron Muhtar dalam melaksanakan proses perkaderan.
“Darul Arqam Dasar merupakan gerbang awal dalam IMM. Setelah kegiatan ini selesai, teman-teman diharapkan terus mengasah diri melalui berbagai aktivitas perkaderan lanjutan. Saya ucapkan selamat datang di IMM,” ujarnya.
BPH AKMT Tekankan Pentingnya Perkaderan Berjenjang
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Drs. Bani Sukron mewakili BPH AKMT. beliau menegaskan pentingnya proses kaderisasi yang kuat untuk mencetak kader berkompetensi intelektual dan spiritual.
Dengan mengutip QS. An-Nisa’ ayat 9, beliau mengingatkan bahwa para senior di Muhammadiyah harus memiliki kepedulian terhadap kader penerus. Beliau juga menyoroti tantangan era Society 5.0 yang penuh disrupsi dan menuntut menguasai teknologi, serta perlunya membiasakan budaya literasi dan numerasi.
“Follow up pasca DAD sangat penting. Perkaderan harus menghasilkan gerakan intelektual melalui kajian dan karya tulisan,” pesannya.

PDM Temanggung: Mahasiswa Harus Berilmu dan Berdaya Guna bagi Masyarakat
Dalam kesempatan yang sama, Ketua PDM Temanggung, Ust. Drs. Makmun Pitoyo, M.Pd. secara resmi membuka kegiatan DAD. Beliau mengapresiasi peran mahasiswa yang ambil bagian dalam penguatan organisasi dan persyarikatan Muhammadiyah.
“Mahasiswa harus memiliki kualitas yang baik dari dua sisi, yaitu dalam akademik dan social impact. Raihlah IP setinggi-tingginya sehingga ketika berbicara, bertindak, dan mengambil keputusan berdasarkan ilmu. Selain itu, kalian harus memiliki kepedulian sosial yang tinggi, terlebih di bidang kesehatan,” ungkap beliau.
Menurut beliau, IMM dan Ortom lainnya menjadikan Muhammadiyah organisasi yang dinamis dan berkemajuan di berbagai sektor.

Penyerahan Calon Kader IMM kepada Instruktur
Acara dilanjutkan dengan prosesi Penyerahan Calon Kader oleh Ketua Panitia DAD, IMMawati Sinta Sufia Purnama Aulia kepada Instruktur, IMMawan Muhammad Rizal Mahfud dan IMMawati Cesiria Mauretha Azzahra, sebagai tanda dimulainya proses perkaderan secara resmi.
Pesan Direktur: Kader IMM Harus Siap Hadapi Era Society 5.0
Direktur, dr. Galih Herlambang, Sp.A. mengucapkan selamat kepada panitia atas diselenggarakannya DAD dengan tema, “Mewujudkan Kader IMM Generasi 5.0 yang Modern, Cerdas, dan Berpegang pada Nilai-Nilai Islam”. Beliau menjelaskan bahwa tema ini mencerminkan kebutuhan generasi masa kini yang mampu beradaptasi dalam perubahan, berinovasi, serta tetap teguh pada nilai spiritualitas.
“Berorganisasilah dengan baik untuk mengembangkan soft skill. Namun jangan lupa meningkatkan kemampuan intelektual dan menguasai kompetensi modern yang relevan dalam bidang kesehatan,” tegas beliau.
Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada PC IMM Magelang dan Tim Task Force IMM Bisyron Muhtar yang selalu mendampingi kader-kader IMM di AKMT.
Kegiatan DAD akan berlanjut selama 3 hari 2 malam, mulai Jumat hingga Ahad (21-23/11), dengan rangkaian materi dasar perkaderan yang disertai agenda tindak lanjut secara intensif. Melalui pelaksanaan yang berkesinambungan ini, diharapkan proses perkaderan dapat memastikan para kader IMM terus berkembang secara optimal dan berkelanjutan.*(Ara)
