Kolaborasi AKMT-SMKN Jumo: Kajian Kesehatan untuk Bulan Ramadhan

Kolaborasi AKMT-SMKN Jumo: Kajian Kesehatan untuk Bulan Ramadhan

akmt.ac.id – Berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan pada bulan Ramadhan, Takmir Masjid Setyaning Ati Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Jumo mengadakan kajian khusus bagi para guru dan karyawan pada Rabu (05/03). Kegiatan yang berlangsung di Masjid Setyaning Ati SMKN Jumo ini menghadirkan pembicara dari Akademi Kesehatan Muhammadiyah Temanggung (AKMT), yaitu Direktur, dr. Galih Herlambang, Sp.A.

Kajian ini mengangkat tema “Menjaga Kesehatan dan Kebugaran di Bulan Ramadhan”, dengan tujuan memberikan wawasan serta tips praktis agar para guru dan karyawan dapat menjalani ibadah puasa dengan sehat dan tetap bugar. Dalam pemaparan, dokter Galih menjelaskan pentingnya menjaga pola makan yang sehat, asupan cairan yang cukup, serta pola tidur yang baik selama berpuasa. 

Kolaborasi AKMT-SMKN Jumo: Kajian Kesehatan untuk Bulan Ramadhan

Kehadiran dokter Galih didampingi oleh Wakil Direktur I, Yuni Indrawati, S.SiT., S.KM., M.A.N. yang menyampaikan mengenai informasi terkait penerimaan mahasiswa baru AKMT tahun akademik 2025/2026.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) antara AKMT dan SMKN Jumo tentang Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan untuk meningkatkan sinergi dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan semakin banyak kegiatan bermanfaat yang dapat memberikan dampak positif bagi tenaga pendidik dan karyawan di lingkungan sekolah.

Ketua Takmir Masjid Setyaning Ati SMKN Jumo menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran AKMT dan terlaksananya kajian ini. Beliau juga mengharapkan kegiatan serupa dapat terus diadakan di masa mendatang. “Kami sangat berterima kasih kepada AKMT atas kerja sama yang terjalin. Kajian ini sangat bermanfaat, terutama dalam menghadapi bulan Ramadhan dengan kondisi tubuh yang tetap sehat dan prima,” ujarnya.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen terhadap kesehatan, diharapkan para peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, sehingga ibadah puasa dapat dijalani dengan optimal tanpa mengganggu aktivitas pekerjaan.*(Ara)