akmt.ac.id – Mahasiswa dan Biro Kemahasiswaan Akademi Kesehatan Muhammadiyah Temanggung (AKMT) berpartisipasi dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-9 yang diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI) pada (6-8/5) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas mahasiswa dalam bidang mitigasi dan penanggulangan bencana.
Forum ilmiah nasional tersebut diikuti sekitar 600 peserta yang terdiri dari akademisi, peneliti, praktisi kebencanaan, pemerintah, pengusaha, organisasi masyarakat, serta mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan mengusung tema “Penguatan Kolaborasi Multi Sektor dalam Pengurangan Risiko Bencana di Indonesia”.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai rangkaian acara, mulai dari opening ceremony, knowledge sharing sessions, special session, parallel session (call for paper), pameran inovasi kebencanaan, hingga kegiatan sosial donor darah. Beragam sesi diskusi mengangkat topik penting seperti refleksi gempa Yogyakarta 2006, komunikasi risiko bencana, konvergensi dunia usaha dalam kebencanaan, hingga strategi mitigasi berbasis teknologi.

Keikutsertaan dalam kegiatan tersebut, memberikan manfaat bagi mahasiswa AKMT, diantaranya menambah wawasan mengenai mitigasi bencana yang tidak hanya berfokus pada pendekatan struktural, tetapi juga non struktural, seperti literasi kebencanaan, edukasi masyarakat, serta penguatan sistem peringatan dini. Selain itu, kegiatan ini membuka peluang jejaring profesional dengan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor.
Melalui forum ini, mahasiswa juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya komunikasi risiko yang efektif serta peran strategis dunia usaha dalam fase mitigasi hingga pemulihan pascabencana. Berbagai rekomendasi strategis turut dihasilkan, termasuk penguatan sinergi lintas sektor, pemanfaatan teknologi informasi, serta integrasi pengurangan risiko bencana dalam perencanaan pembangunan berkelanjutan.
Partisipasi dalam PIT ke-9 IABI diharapkan menjadi bekal penting bagi mahasiswa AKMT untuk mengembangkan kegiatan akademik, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada peningkatan ketangguhan terhadap bencana. Kampus berharap pengalaman ini dapat diseminasi kepada sivitas akademika sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi penguatan kapasitas kebencanaan di lingkungan pendidikan dan masyarakat.(Ctlyn)

