akmt.ac.id – Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (FPPTMA) Koordinator Wilayah (Korwil) DIY–Jateng Selatan bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Wonosobo sukses menyelenggarakan Pelantikan Pengurus, Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil), dan Seminar bertema “Sinergi dan Inovasi Perpustakaan yang Adaptif di Era Kecerdasan Buatan”. Kegiatan ini berlangsung di STIKES Muhammadiyah Wonosobo pada hari Jumat (28/11).
Acara kali ini dihadiri oleh 50 peserta yang terdiri atas pengurus FPPTMA, pustakawan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA), serta pustakawan SMP, SMA, dan SMK se-Kabupaten Wonosobo. Seluruh peserta merupakan pustakawan dan pengelola perpustakaan yang berkomitmen untuk turut memajukan literasi dan layanan informasi dalam pendidikan.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk melantik pengurus FPPTMA Korwil DIY–Jateng Selatan periode 2025–2027, menyusun serta menetapkan program kerja wilayah, memperkuat kolaborasi antar perpustakaan PTMA, serta meningkatkan wawasan dan kompetensi pustakawan di era kecerdasan buatan. Seluruh rangkaian ini menjadi upaya bersama untuk mewujudkan perpustakaan yang inovatif dan berdaya saing.

Dalam kesempatan tersebut, pimpinan FPPTMA Korwil DIY–Jateng Selatan menyampaikan bahwa melalui kegiatan Pelantikan, Rakerwil, dan Seminar bertema “Sinergi dan Inovasi Perpustakaan yang Adaptif di Era Kecerdasan Buatan”, diharapkan momentum ini dapat menjadi titik penguatan kolaborasi antar perpustakaan, khususnya dalam menyikapi tantangan dan peluang yang muncul seiring perkembangan teknologi digital.
Salah satu staf Akademi Kesehatan Muhammadiyah Temanggung (AKMT) juga resmi dilantik sebagai anggota Pengurus FPPTMA pada Bidang Kerjasama & Promosi, yaitu Dinie Ardhiyanti, S.IP. Hal ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi AKMT untuk terus berpartisipasi dalam pengembangan perpustakaan berbasis teknologi dan jaringan profesional pustakawan Muhammadiyah Aisyiyah.
“Perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai pusat literasi, tetapi juga harus berkembang menjadi ruang inovasi yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat akademik,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Kegiatan ini bukan semata ajang silaturahmi dan koordinasi, tetapi juga ruang strategis untuk menyatukan visi, merumuskan langkah kerja, serta menciptakan inovasi layanan perpustakaan yang relevan dengan tuntutan zaman. Saya berharap seluruh peserta mampu menggali gagasan baru, membangun kolaborasi lintas institusi, serta menerapkan praktik terbaik dalam pengelolaan perpustakaan.”
Melalui kegiatan ini pula, pimpinan mengajak seluruh pustakawan untuk terus memperkuat kompetensi, memperluas jejaring, dan beradaptasi dengan perkembangan kecerdasan buatan sebagai bagian dari transformasi layanan. Harapannya, perpustakaan PTMA mampu menjadi pusat informasi yang lebih kreatif, responsif, berdaya saing, serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah–Aisyiyah.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar lembaga serta menjadi langkah strategis dalam menghadapi tantangan layanan informasi di era kecerdasan buatan.*(Ctlyn)

