akmt.ac.id – Akademi Kesehatan Muhammadiyah Temanggung (AKMT) kembali menyelenggarakan Kajian Rutin Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) pada Senin, (8/6) bertempat di Kampus C AKMT. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh sivitas akademika dan menghadirkan Ust. Miftahur Roudhi, S.T. sebagai pemateri dengan tema “Apa yang Harus Kita Lewatkan Agar Bahagia.”
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keislaman sivitas akademika, memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta menumbuhkan semangat dalam mengamalkan nilai-nilai Islam sebagai pedoman kehidupan sehari-hari.
Dalam kajiannya, Ust. Roudhi menyampaikan bahwa kebahagiaan sejati dapat diraih melalui tiga tahapan utama, yaitu yakin, berbuat, dan menerima hasil. Menurut beliau, keyakinan kepada Allah Swt. harus diwujudkan dalam tindakan nyata, kemudian hasilnya diserahkan sepenuhnya kepada Allah dengan penuh rasa syukur dan tawakal.
Beliau juga mengajak peserta untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an sebagai sumber petunjuk hidup. Pada pembahasan Surah Al-Kahfi ayat 1, dijelaskan bahwa Al-Qur’an merupakan kitab yang sempurna dan tidak mengandung penyimpangan. Ayat tersebut mengajarkan pentingnya bersyukur atas nikmat terbesar berupa petunjuk dari Allah Swt. melalui Al-Qur’an.
Selanjutnya, pada Surah Al-Kahfi ayat 2, dijelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk yang lurus untuk memberikan peringatan kepada manusia serta kabar gembira bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Beliau menegaskan bahwa Al-Qur’an akan selalu menjadi pendamping hidup bagi siapa saja yang mau mempelajari, memahami, dan memperjuangkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kajian tersebut juga disampaikan kandungan Surah Ibrahim ayat 1, yang menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya. Ust. Roudhi mencontohkan bagaimana Rasulullah Saw. dan para sahabat mampu menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan hanya dengan berpedoman kepada Al-Qur’an, meskipun pada masa itu dunia pendidikan dan teknologi belum semaju sekarang.

Beliau juga mengingatkan bahwa manusia modern sering kali lebih memperhatikan kebutuhan jasad dibandingkan kebutuhan ruhani. Padahal, yang akan menjadi bekal hingga kehidupan akhirat adalah amal saleh dan kedekatan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, menghafal dan mengamalkan Al-Qur’an merupakan salah satu cara terbaik untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat dan pendamping hidup.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan hadis Rasulullah SAW:
“Khoirukum man ta’allamal Qur’ana wa ‘allamahu“
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
Hadis tersebut menjadi motivasi bagi seluruh sivitas untuk terus belajar, mengamalkan, dan menyebarkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan pribadi maupun lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan Kajian Rutin AIK ini, diharapkan seluruh sivitas akademika AKMT semakin mencintai Al-Qur’an, menjadikannya sebagai pedoman hidup, serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam dunia pendidikan dan pelayanan kesehatan, sehingga dapat mewujudkan insan yang berilmu, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi masyarakat.(Ctlyn)

